Skip to main content

Posts

Featured

Ramah sebagai Tindakan Aktif: Menghidupkan Etika dalam Kehidupan Sehari-hari

Ketika kita mendengar kata ramah , yang sering terbayang adalah wajah tersenyum, sapaan hangat, atau sikap yang tidak menyinggung. Seringkali, keramahan dimaknai sebagai sikap pasif: cukup dengan tidak marah, tidak membentak, dan tidak menyakiti, maka seseorang dianggap ramah. Padahal, pandangan ini menyederhanakan hakikat keramahan yang sesungguhnya. Ramah bukan sekadar "tidak kasar", melainkan tindakan aktif yang menuntut kesadaran, empati, dan keterlibatan moral dalam hubungan sosial. Dalam tulisan ini, kita akan mengkaji bagaimana keramahan seharusnya dipahami sebagai praktik aktif yang menyentuh ranah etika dan spiritual. Kajian ini didukung oleh pemikiran dari Martin Buber dalam "I and Thou" , Imam al-Ghazali dalam "Ihya Ulumuddin" , serta Desmond Tutu dalam "No Future Without Forgiveness" . Ketiganya, meski berasal dari tradisi dan konteks berbeda, memberi perspektif mendalam bahwa menjadi ramah bukanlah soal basa-basi, melainkan pili...

Latest Posts

Warung Makan Cak Roni, Termantul se-Darul Ulum!

RUANG DOSEN FAKULTAS BISNIS DAN BAHASA UNIPDU: SEDERHANA DAN NYAMAN

Mie Gacoan : The Most popular Noodle!